Showing posts with label Linux is Better. Show all posts
Showing posts with label Linux is Better. Show all posts

Selalu pantau cuaca di sekitarmu

Apakah kamu merasa lelah mengamati termometer di luar jendela dan harus mengeceknya setiap kali kamu akan pergi dari rumah? Sekarang, kamu cukup melihat monitor Linux dan mengamati cuaca:


Tentu saja, Linux tidak memaksamu melakukan apapun, sehingga kamu bebas menempatkan perangkat lunak ini di bagian mana saja pada monitor, atau justru tidak memilikinya sama sekali (bagaimanapun, cara ini lebih baik daripada melihat jendelamu setiap kali bukan?). Kamu bisa memilih tempat tinggalmu (atau tempat apapun) pada daftar lengkap lokasi yang dimiliki perangkat lunak ini (OK, saya mengaku, saya memilih Honolulu untuk gambar layar di atas, sebenarnya saat ini 2°C di Paris!).

Dapatkan pemutar musik yang luar biasa!

Linux memiliki banyak pemutar musik (termasuk Amarok, Rhythmbox, Banshee, dll.), dan beberapa diantaranya luar biasa!. Contohnya, Amarok (lihat screenshot): ia mengatur dan memutar kumpulan musikmu dengan sempurna, mempelajari lagu jenis apa yang kamu sukai, secara otomatis mengambil judul (dan lirik) lagunya dari internet, bahkan mencarikan sampul CD-nya buat kamu!


Gunakan MSN, AIM, ICQ, Jabber, dengan hanya satu program

Kamu mungkin memiliki beberapa akun untuk beberapa layanan pesan instan, seperti MSN, Yahoo, ICQ, Jabber, AIM, dll. Kalau menjalankan Windows atau Mac OS X, kamu mungkin membutuhkan banyak program untuk menjalankan setiap layanan : MSN Messenger untuk MSN, ICQ untuk ICQ, dll.

Dengan Pidgin, layanan pesan instan untuk Linux (tersedia pula untuk Windows, dan juga bagi Mac OS X dengan nama "Adium"), kamu bisa menyambungkan semua layanan sekaligus, dengan satu program ini, dan temui semua kawanmu dalam waktu yang bersamaan.


Membantu Negara Lain, dan juga Negara Anda

Microsoft adalah perusahaan Amerika Serikat, dan kesuksesannya berdampak baik terhadap ekonomi Amerika.

Tetapi jika kamu tidak tinggal di Amerika Serikat, saat kamu membeli perangkat lunak proprietary (misalnya, Windows), sekitar setengah uangmu akan langsung pergi ke pusat perusahaan perangkat lunak tersebut (misalnya, Microsoft) : uang itu meninggalkan negaramu, sementara setengahnya tetap berada di negaramu (komisi penjualan, dsb : tidak ada kegunaan teknis). Negaramu tidak memproduksi apapun, dan kamu bahkan tidak membutuhkan orang-orang profesional untuk menjual barang-barang dalam kotak. Hal ini lalu berdampak pada tenaga profesional IT tanpa pengetahuan yang mumpuni, yang tugasnya hanya meng-install dan mengonfigurasi perangkat lunak proprietary tanpa memiliki pilihan untuk memodifikasi/mempelajari/mengkustomisasi perangkat lunak tersebut.

Dengan menggunakan Free Software (misalnya Linux), perekonomian (dan pengetahuan para profesional TI) negara Anda akan meningkat, karena nantinya akan ada banyak perusahaan berskala menengah atau besar yang menyediakan solusi yang beragam terhadap kebutuhanmu, juga menyediakan layanan pendukung, konsultasi, dan sebagainya.

Orang-orang yang memahami bagaimana melakukan hal yang benar untuk menyimpan uangmu di negaramu sendiri akan memperoleh banyak manfaat, daripada orang-orang yang hanya menjual kotak-kotak dengan tingkat penjualan yang sudah ditentukan, mengirim uangmu ke luar negeri, dan meninggalkan para profesional IT tanpa pemahaman bagaimana mereka seharusnya bekerja.

Mainkan ratusan jenis permainan secara bebas

Ratusan jenis permainan telah dilepas dengan gratis bagi para penikmatnya (seperti dalam "bir gratis" dan "gratis/bebas bicara"): 2D, 3D, teka-teki, permainan peperangan, permainan online multiplayer, apa saja! Di bawah ini beberapa contoh (daftar lengkapnya bisa sangat banyak) :


Dan jika kamu tertarik dalam permainan, kamu mungkin menyukai gambar dari Quake 3 yang berjalan di atas Linux, dalam 24 layar (!) :

Berikan kesempatan kedua buat komputer lama kamu

Kebutuhan perangkat keras yang selalu harus lebih tinggi dari sebelumnya menjadi keharusan buat Windows (95, 98, 2000, Me, XP, etc.). Kalau kamu tetap ingin menggunakan Windows, kamu harus selalu membeli perangkat keras yang baru. Tetapi, saya tidak dapat menemukan alasan apapun yang tepat untuk evolusi perangkat keras yang terlalu cepat. Banyak orang, tentunya, memerlukan komputer yang cepat dan perangkat keras yang baru dan bagi mereka, teknologi sangatlah penting. Tapi, buat sebagian besar pengguna, yang berselancar di internet, menulis dan membaca email, menulis teks (menggunakan OOo Word Processor) serta slide presentasi (menggunakan OOo Presentation), apakah menjadi penting untuk terus membeli komputer baru setiap 2, 3 atau 4 tahun, di luar keuntungan yang diperoleh bagi penjual komputer? Apa alasan yang tepat kenapa komputer kamu tidak bisa melakukan sesuatu dimana 5 tahun lalu dia bisa melakukannya?

Linux dapat dengan baik beroperasi pada perangkat keras lama, dimana kalau menggunakan Windows 7, bahkan akan menolak untuk diinstal, atau membuat kamu harus menunggu 20 detik setiap melakukan klik. Tentu saja, Linux tidak akan membuat sebuah komputer dengan usia pemakaian 12 tahun menjadi komputer tercepat, tapi Linux akan beroperasi dengan baik dan kamu bisa mengerjakan pekerjaan seperti biasa (berselancar di internet, menulis dokumen, dll.). Halaman ini dibuat dengan komputer yang tidak lagi baru dan menggunakan Linux: Kalau kamu bisa membaca halaman ini, berarti komputernya sedang beroperasi (kalau akses ke situs ini lambat, salahkan koneksi internetnya).

Apakah kamu sudah lelah me-restart komputer setiap waktu?

Apakah kamu baru saja meng-upgrade satu atau dua hal kecil pada sistem Windows menggunakan "Windows Update" ? Silakan reboot komputermu. Apakah kamu baru meng-install beberapa perangkat lunak baru? Silakan reboot komputermu. Apakah sistem komputermu tidak stabil? Cobalah untuk reboot, mungkin setelah itu segalanya akan berjalan lebih baik.

Windows selalu memintamu untuk me-restart komputer, dan hal ini menjengkelkan (mungkin kamu sedang mengunduh file berukuran besar, dan kamu tidak ingin menghentikannya karena harus meng-update beberapa hal di sistem komputermu). Walapun kamu telah meng-klik "Restart Later", Windows tetap mengganggumu setiap 10 menit untuk memberitahu bahwa kamu harus me-restart komputer. Dan jika kamu sedang berada jauh dari komputermu dan tidak melihat pertanyaan tersebut, maka sistem akan reboot secara otomatis. Selamat tinggal download.

Pada dasarnya Linux tidak perlu di-restart. Jika Anda meng-install perangkat lunak baru (bahkan program yang berukuran sangat besar) atau menjalankan upgrade berkala untuk sistem, kamu tidak akan diminta untuk me-restart komputer. Jika memang diperlukan restart, hal ini karena adanya upgrade terhadap beberapa bagian inti dari sistem, dan hanya terjadi sekali dalam beberapa minggu.

Apakah kamu pernah mendengar tentang server Internet? Server Internet adalah komputer besar yang menjawab permintaanmu terhadap halaman web yang ingin kamu lihat, dan mengirimkan informasi tersebut ke browser. Sebagian besar dari server ini berjalan pada sistem Linux, dan karena mereka harus selalu siap sedia (pengunjung web bisa datang setiap saat), server-server tersebut tidak sering di-restart (karena service tidak dapat tersedia jika server sedang di-restart). Sebenarnya, banyak dari server tersebut belum pernah di-restart selama beberapa tahun. Linux memiliki stabilitas, tetap berjalan sempurna tanpa harus di-restart setiap waktu.

Mungkin kamu tidak akan membiarkan komputer hidup dalam beberapa minggu tetapi intinya: dengan Linux, sistem komputermu tidak akan merepotkan dengan keharusan restart setiap waktu.

Tidak perlu menunggu bertahun2 untuk memecahkan masalah.

Jika kamu menemukan bug pada sistem Windows, kamu hanya dapat menunggu dan berdoa agar Microsoft cepat memperbaikinya (dan jika bug itu mengganggu keamanan sistem, kamu harus berdoa dengan lebih bersungguh-sungguh). Mungkin kamu berpikir bahwa melaporkan bug ke Microsoft (agar mereka bisa memperbaikinya lebih cepat) pasti mudah. Yah, pikirkanlah kembali. Ini adalah artikel yang cukup menarik, yang membahas tentang hal ini. Bagaimana jika Microsoft bahkan tidak menyadari adanya bug tersebut? Kalau begitu, berharaplah agar perbaikan dilakukan pada versi Windows selanjutnya (tapi kamu harus membayar beberapa ratus dolar untuk mendapatkannya).

Hampir seluruh perangkat lunak open source (termasuk distribusi Linux) memiliki sebuah sistem pelacakan bug. Kamu tidak hanya dapat mengarsipkan laporan bug (dan kamu disarankan untuk melakukannya!) menjelaskan permasalahannya, tetapi kamu juga dapat melihat perkembangannya: semuanya terbuka dan transparan kepada semua orang. Para pengembang akan menjawab, dan mereka mungkin akan bertanya tentang informasi tambahan untuk membantu mereka dalam memperbaiki bug. Kamu akan mendapatkan informasi ketika bug sudah diperbaiki, dan kamu juga akan mengetahui cara mendapatkan versi yang terbaru (tentu saja tanpa biaya). Jadi, di sini kamu memiliki orang yang menjawab permasalahanmu, menginformasikannya, dan semuanya itu gratis! Jika masalah pada sistem komputermu sudah terpecahkan, ini juga berlaku untuk semua orang: hal ini membuat semua orang selalu bekerja sama untuk membuat perangkat lunak yang lebih baik. Beginilah cara open source bekerja.

Terlalu banyak membuka window/jendela? Gunakanlah Workspace.

Saya bukanlah seorang pengguna Windows dan ada sesuatu yang saya tak pernah mengerti dari mereka: ketika kamu membuka jendela word processor, web browser, aplikasi email, perangkat lunak instant mesaging, dan beberapa jendela lagi yang terbuka untuk mengeksplor file-file yang ada di komputermu, bagaimana mungkin para pengguna Windows bertahan untuk tidak tersesat pada kekacauan ini?

Workspace adalah sebuah fitur di Linux yang takkan pernah saya tukar dengan apapun. Kamu mungkin hanya punya satu layar, betul kan? Nah, cobalah Linux, dan kamu akan memiliki empat layar. Yah, kamu memang tidak bisa melihat keempatnya dalam waktu bersamaan, tapi ini bukanlah masalah karena matamu juga tidak bisa melihat ke dua arah yang berbeda dalam waktu bersamaan, betul kan? Pada layar pertama, mari kita letakkan word processor. Pada layar kedua, perangkat lunak IM. Pada layar ketiga, web browser. Jadi ketika kamu sedang menulis sesuatu pada word processor dan kamu ingin mengecek sesuatu di internet, tak perlu lagi untuk mengamati jendela pada layar satu demi satu untuk menemukan browsermu, yang terletak jauh di belakang jendela lainnya. Kamu tinggal berpindah ke layar ketiga, dan voilà, inilah web browsermu.

Perhatikanlah gambar berikut, terutama pada bagian kanan-bawah dari layar:


Itu adalah "workspace switcher" / penukar workspace. Kamu bisa mengaturnya agar ia memiliki empat (virtual) layar, tapi kamu bisa memiliki lebih dari ini (saya menggunakan 12 layar, tapi beberapa orang menggunakan lebih banyak lagi). Yang paling kiri ditandai dengan highlight: itu adalah layar yang sedang aktif saat ini. Untuk berpindah/bertukar ke layar lain, kamu tinggal mengklik satu yang kamu inginkan (setiap layar akan memberikan jendela preview kecil yang menggambarkan jendela apa yang mereka miliki: pada gambar, tiga layar lainnya kosong), atau gunakan shortcut keyboard.

Nikmati dukungan bebas dan tanpa batas

Salah satu aset terbesar dalam komunitas Open Source (khususnya Linux), bahwa mereka adalah komunitas yang riil. Para pengguna dan pengembang benar-benar ada di luar sana, dalam situs-situs forum, mailing list, kanal-kanal IRC, membantu para pengguna baru. Mereka bangga dapat melihat banyak orang menggunakan Linux, dan mereka bangga dapat membantu mereka merasa nyaman dengan sistem baru yang mereka pilih.

Jadi, apabila ada yang tidak kamu mengerti, program yang tidak berjalan sebagaimana yang kamu harapkan, atau fitur yang tidak dapat kamu temukan, jangan segan-segan untuk bertanya dan mencari bantuan. Apabila ada seseorang di dekat kamu (keluarga? rekan kerja?) yang menggunakan Linux, mereka pastinya dengan senang hati akan membantumu. Atau, cari di internet dan kamu akan menemukan ribuan tempat dimana orang-orang akan membantumu menemukan jawaban dan memecahkan permasalahan kamu: para geek pada dasarnya adalah orang-orang yang baik, kalau kamu bertanya dengan sopan. Cukup ketikkan "linux help" (atau ganti "linux" dengan apapun distro yang kamu pilih -- lihat bagian instalasi) pada Google, dan tidak diragukan lagi, kamu akan menemukan yang kamu butuhkan.

Tidak ada backdoor di perangkat lunakmu.

Perbedaan antara "closed source" (proprietary) dengan perangkat lunak "open source" adalah (bagaimana pendapatmu?) keterbukaan dari "source"-nya. Susah dipahami? Baiklah, "source" atau "source code" dapat dipandang sebagai resep rahasia setiap perangkat lunak, seperti resep kue. Ketika kamu membeli kue, kamu tidak dapat membayangkan resepnya (walaupun kamu dapat menebak sebagian, "ada kelapa di dalamnya"). Jika toko roti memberikan resep sukses roti tersembunyinya, maka toko roti itu akan bangkrut karena orang-orang membuat sendiri rotinya di rumah dan berhenti membelinya. Demikian juga dengan Microsoft, mereka tidak memberikan resep atau "source code" dari perangkat lunaknya, seperti Windows, yang mendatangkan uang bagi mereka.

Masalahnya adalah mereka dapat memasukkan apapun yang mereka mau pada resepnya tanpa kita ketahui. Jika mereka menghendaki penambahan kode yang menyatakan "setiap bulan ke-12, jika komputer online, ciptakan daftar semua file yang telah diunduh di komputer ini dari bulan terakhir, dan kirim kembali ke Microsoft melalui jaringan". Mungkin Microsoft tidak melakukannya, tapi siapa yang tahu, semuanya tertutup, tidak terlihat, dan rahasia?

Beberapa waktu yang lalu (Oktober 1008), pengguna Windows di Cina (sebagian besar membeli Windows bajakan) melihat suatu keadaan yang tidak normal di komputernya: setiap jam, layarnya menjadi hitam dalam beberapa detik. Pekerjaan menjadi terganggu, bahkan bisa membuat orang stres. Microsoft telah menambahkan kode (bahan-bahan resep) yang menyatakan "jika komputer ini diketahui bajakan, ubah layar menjadi hitam untuk beberapa saat, setiap jam". Intinya bukan software yang dibajak: pembajakan software adalah tindakan buruk, selesai, melainkan keberadaan update otomatis pada Windows (update biasanya memperbaiki bug dan menambahkan fitur baru) tanpa diketahui siapapun dampaknya terhadap sistem mereka.

Pengubahan kode sumber pada perangkat lunak open source merupakan hal yang membuat proses manjadi terbuka. Istilahnya, semua resep bersifat publik. Tidak masalah jika kamu tidak mengerti kodenya tetapi bagi orang yang paham, dia akan membaca dan berbicara. Banyak yang melakukannya. Setiap kali seseorang ingin mengganti kode sumber, para pengembang dapat melihat perubahannya ("hey, mangapa kamu menyelipkan kode mata-mata ini pada input keyboard pengguna, apakah kamu tidak sadar?"). Walaupun semua dalam tim pengembang membuat perangkat lunak jahat yang mengandung fitur-fitur berbahaya di seluruh kode sumbernya, orang yang berada di luar tim akan mengambil tindakan baik terhadap kodenya, hapus kode jahat, buat versi yang terbarunya, dan biarkan semua orang mengetahui perbedaannya. Ini terbuka.

Itu sebabnya kamu harus percaya perangkat lunak open source yang tidak akan mengerjakan sesuatu yang buruk tanpa sepengetahuan kamu: komunitas akan tetap menjaga resep.

Lakukan sesuatu untuk lingkungan

Terima kasih kepada Franz Bourlet atas idenya

Apa bedanya Linux dan Windows kalau kita berbicara tentang lingkungan? Bagaimanapun, mereka adalah perangkat lunak yang hanya memberikan sedikit sumbangan untuk polusi ataupun perubahan iklim. Tetapi sebenarnya, memilih Linux dapat membawa pengaruh kepada lingkungan:

  • Windows dan Mac mengemas penjualannya dalam kotak. Artinya, sejumlah besar kertas dan plastik diperlukan agar kotak-kotak tersebut tersedia di toko-toko yang menjual (dan akan dibuang setelah kamu membelinya). Linux tersedia secara bebas di internet; tidak ada plastik atau kertas yang terlibat.
  • Aplikasi proprietary untuk Windows dan Mac juga, sebagian besar, dijual di toko-toko dalam kemasan, sedangkan pada Linux semua kebutuhan perangkat lunak dapat diunduh dari internet dengan bebas (sekali lagi, menyelamatkan banyak plastik dan kertas yang tidak digunakan!).
  • Ketika kebutuhan perangkat keras semakin tinggi bagi Windows dan Mac OS, banyak komputer tidak lagi digunakan, dan perlu dibuang... namun, karena Linux dapat beroperasi dengan baik pada komputer-komputer lama, mereka dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam tujuan (penyimpanan, akses internet, akses multimedia, dll.), daripada sekedar dibuang!
  • Jutaan CD dibuat untuk dimasukkan Windows dan Mac ke dalamnya lalu dijual. Linux juga memerlukan CD sebelum dipasang ke dalam komputer (setidaknya, pada sebagian kasus -- ada juga yang melakukan proses pemasangan melalui jaringan atau harddisk). Tetapi, sebagian orang memilih untuk memasukannya ke dalam CD tulis-ulang ("CD-RW"), yang dapat digunakan untuk tujuan lain jika proses pemasangan sudah selesai (tidak seperti sistem operasi proprietary, kamu tidak perlu untuk menyimpan CD nya setelah perangkat lunaknya selesai dipasang, kamu dapat mengunduhnya kembali setelahnya).

Mengapa semakin hari Windows Anda semakin lambat?

Windows memiliki beberapa kelemahan dalam desain sistemnya, yang menyebabkan ia berjalan semakin lambat seiring berlalunya waktu, dan tidak dapat bertahan dalam waktu lama dengan kinerja yang tetap prima. Mungkin Anda pernah mendengar dari seseorang "Komputer saya semakin lambat, saya akan meng-install ulang". Meng-install ulang Windows memang memecahkan masalah tersebut... sampai masalah berikutnya timbul lagi.

Mungkin kamu berpikir bahwa memang seperti inilah komputer bekerja, ini adalah teknologi yang masih baru, sehingga wajar jika kondisinya belum begitu stabil. Jika demikian, cobalah Linux dan kamu akan terkejut. Lima tahun lagi, sistem komputermu akan tetap sama cepatnya dan sama responsifnya dengan hari waktu kamu menginstalnya, dan tentu saja bebas dari gangguan virus, adware, trojan, worms, dan lain-lain, yang biasanya memaksamu untuk meng-install ulang sistem komputermu.

Saya telah meyakinkan banyak orang untuk berpindah ke Linux, sambil tetap mempertahankan Windows dalam hard disk mereka, karena mereka membutuhkan Windows untuk menjalankan perangkat lunak yang tidak bisa dijalankan di Linux (misalnya Autocad), sehingga mereka memiliki dua sistem operasi. Sejak mereka berpindah ke Linux, sebagian besar dari mereka meng-install ulang Windows setelah satu atau dua tahun berjalan; tetapi tidak dengan Linux, yang tetap berjalan sempurna hingga sekarang.

Linux membantumu memanfaatkan lebih banyak waktu untuk bekerja, dan lebih sedikit waktu untuk meng-install ulang lagi dan lagi.

Pilih seperti apa desktop pilihanmu.

Jika kamu adalah pengguna Windows, lingkungan desktopmu mungkin tidak jauh dari ini:


Sebagian besar pengguna Windows menggunakan desktop yang sama. Kamu masih bisa mengubah wallpaper atau warna tampilan window (biasanya biru), tetapi pada dasarnya kamu masih berada di antarmuka Windows yang biasa.

Dengan Linux, ada banyak pilihan tersedia untukmu. Kamu tidak dipaksa untuk menerima satu-satunya cara mengelola banyak window: Kamu dapat memilih dari banyak program, yang disebut "window managers". Tetapi jangan khawatir, windows managers yang biasa pun juga menarik. Intinya adalah kamu bisa menggantinya sesuai keinginanmu.

Jadi jika kamu menyukai yang sederhana, efisien dan mudah digunakan, kamu mungkin akan menyukai ini:

Jika kamu ingin yang lebih moderen dan berkilau, kamu mungkin bisa menggantinya dengan yang ini:

Atau mungkin, cobalah gunakan ini, sederhana dan cepat:

Atau yang ini, jika kamu ingin benar-benar mengatur keseluruhan pengaturan desktopmu:

Seperti yang kamu lihat, dengan Linux kamu yang menentukan tampilan desktop yang kamu sukai. Dan kamu bahkan tidak perlu mengatur satu atau semuanya: kamu bisa menggantinya sesuai keinginan kapanpun pada saat log in ke komputer. dan masih banyak tampilan-tampilan menarik/tampilan desktop masa depan lainnya.

Apakah kehidupan dijitalmu terasa terfragmentasi?

Kalau kamu sudah tahu apa itu fragmentasi, dan sudah sering men-defrag harddiskmu setiap bulannya atau dalam jangka waktu tertentu, inilah versi singkatnya : Linux tidak memerlukan defragmentasi.

Bayangkan harddiskmu sebagai satu lemari data berukuran raksasa, dengan jutaan rak (terima kasih kepada Roberto Di Cosmo untuk perbandingannya). Setiap rak hanya dapat memuat sejumlah data. Untuk itu, data-data yang ukurannya tidak sama dengan ukuran rak harus dipecah ukurannya dan disimpan ke dalam beberapa rak. Beberapa data memiliki ukuran yang sangat besar sehingga mereka memerlukan ribuan rak. Tentu saja, akan lebih mudah untuk mengakses data-data tersebut ketika rak yang mereka isi berdekatan satu sama lain di dalam lemari data.

Sekarang andaikan kamu menjadi si empunya lemari data, tetapi kamu tidak punya banyak waktu untuk mengurus lemari tersebut, sehingga kamu berniat untuk menyewa orang untuk mengurusnya. Dua orang melamar, seorang perempuan dan seorang lelaki:

  • Lelaki tersebut memiliki strategi berikut: dia akan mengosongkan rak ketika ada data yang dipindahkan atau dihapus, membagi setiap data baru ke dalam potongan-potongan kecil seukuran rak, dan secara acak meletakan setiap potongan ke dalam rak yang pertama kali ditemukan dalam keadaan kosong. Ketika kamu mengatakan bahwa akan menjadi cukup sulit untuk menemukan potongan dari satu data tertentu, jawabannya adalah kamu harus menyewa lagi beberapa orang setiap minggunya untuk merapikan setiap rak ke tempat yang seharusnya.
  • Sedangkan sang perempuan memiliki teknik yang berbeda: dia akan mencatat, pada sebuah kertas, setiap rak kosong yang berdekatan. Ketika datang data baru, dia akan mencari dalam daftarnya ruangan yang cukup di dalam rak-rak yang kosong, dan disanalah data tersebut diletakkan. Dengan cara ini, dan asumsi ada cukup banyak aktivitas yang terjadi, lemari data akan selalu dalam keadaan rapi.

Tanpa ragu-ragu, kamu seharusnya menyewa perempuan tersebut (tentunya kamu sudah tahu, wanita umumnya bekerja dengan lebih rapi :) ). Nah, Windows menggunakan metode pertama; sedangkan Linux menggunakan yang kedua. Semakin sering kamu menggunakan Windows, semakin lambat kamu mengakses suatu data; semakin sering kamu menggunakan Linux, semakin cepat akses yang kamu dapat. Semuanya terserah kamu!

Beralih ke desktop generasi selanjutnya.

Kamu telah terksesan dengan efek 3D dan efek transparansi yang diperkenalkan oleh Windows Vista, dan kamu mengira teknologi ini sebanding dengan harga beberapa ratus dolar? Apakah kamu sudah membeli komputer baru agar bisa memenuhi kebutuhan Windows Vista? Jika demikian, kamu telah tertipu: Linux dapat melakukan efek-efek desktop keren itu dengan lebih baik, gratis, dan dengan kebutuhan perangkat keras yang lebih rendah.









Butuh perangkat lunak baru? Tak perlu mencari di internet, Linux akan menyediakannya untukmu.

Jika kamu ingin mendapatkan perangkat lunak yang baru di Windows, maka yang akan kamu lakukan adalah:

1. Mencari di internet untuk mendapatkan perangkat lunak apa yang cocok dengan kebutuhanmu.
2. Menemukan website yang mengizinkan kamu untuk mengunduhnya.
3. Mungkin kamu harus membayar.
4. Akhirnya, mengunduh perangkat lunak tersebut.
5. Melakukan instalasi.
6. Kadang-kadang harus me-reboot komputer.

Wow, banyak sekali yang harus kamu lakukan, hanya untuk mencoba sesuatu yang baru!

Dengan Linux, segalanya menjadi sangat mudah. Linux memiliki program yang namanya "Package Manager": ia mendaftar setiap perangkat lunak pada paket (package) mereka sendiri. Jika kamu butuh beberapa perangkat lunak baru, kamu cukup membuka Package Manager, ketik beberapa kata kunci, pilih perangkat lunak yang diinginkan lalu klik "OK". Atau lihat saja daftar perangkat lunak yang telah ada (dengan banyak sekali pilihan!) dalam setiap kategori.


Jadi, pertama: tidak perlu berselancar di internet. Kedua: tidak perlu lagi mengunduh dan meng-install perangkat lunak sendiri. Ketiga: ada banyak waktu tersedia untuk benar-benar mencoba perangkat lunak tersebut.

Mengapa mengkopi perangkat lunak ilegal jika kamu bisa mendapatkannya secara bebas?

Jadi, kamu benar-benar bersih, kamu sudah *ehm* membeli lisensi untuk semua perangkat lunak yang pernah kamu gunakan *ehm*, dan tidak ada yang bisa menggugatmu tentang hal ini? Yah, jika benar demikian, selamat :)

Namun, untuk sebagian besar orang, jujur saja, mengkopi perangkat lunak ilegal merupakan hal yang biasa. Mengkopi Adobe Photoshop daripada membeli, mungkin tidak memberimu mimpi buruk. Tetapi apakah kamu merasa yakin bahwa kamu tidak bermasalah dengan hal itu? Kamu pasti tidak begitu yakin, kan... Para pengembang perangkat lunak selalu berusaha dan menemukan cara lain untuk melacak pemilik perangkat lunak ilegal, dan karena semakin banyak orang memiliki koneksi internet permanen, mereka mungkin menambahkan fungsionalitas secara online pada perangkat lunak tersebut yang akan mengontrol dan memverifikasi perangkat lunak kopian tersebut setiap kamu menjalankannya.

Jika kamu menjalankan Linux dan menggunakan perangkat lunak free, kamu tidak perlu khawatir tentang hal ini! Sebagian besar dari perangkat lunak free (seperti pada "free speech" / kebebasan berbicara) adalah gratis (seperti pada "gratis minuman"). Kamu bisa mencari pengganti untuk sebagian besar perangkat lunak komersial di dunia ini. Mungkin masih ada kekurangan dalam fungsionalitas mereka, tetapi ini sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan orang. Berikut ini adalah daftar perangkat lunak komersial, dan padanannya dengan perangkat lunak open source:

Komersial
Adobe Illustrator (~$500)
Adobe InDesign (~$700)
Adobe Photoshop (~$600)
Adobe Premiere (~$800)
Adobe Reader (free)
Apple iTunes (free)
Autodesk 3ds Max (~$3500)
Autodesk Maya (~$7000)
Bittorrent (free)
Cubase (~$500)
Kazaa (free)
Microsoft Excel (~$200)
Microsoft Internet Explorer (free)
Microsoft Office (~$400)
Microsoft Windows Mail (free)
Microsoft Powerpoint (~$200)
Microsoft Windows Media Player (free)
Microsoft Word (~$200)
Microsoft Windows Messenger (free)
Nero (~$100) Brasero, K3b
Palm Desktop (free)
Pro Tools (~$600)
Quark XPress (~$800)
QuickTime Player (free)
Winamp (free)

Source Terbuka
Inkscape Ya
Scribus Ya
The GIMP Ya
Pitivi, Kino, Cinelerra Tidak
Evince, Kpdf, GV Ya
AmaroK, Rhythmbox, Banshee Tidak
Blender Ya
Blender Ya
Transmission Tidak
Ardour Tidak
aMule, eMule Ya
LibreOffice Spreadsheet Ya
Firefox, Konqueror Ya
LibreOffice Ya
Thunderbird, Evolution, KMail Ya
LibreOffice Presentation Ya
Mplayer, VLC, Totem, Kaffeine, Xine Ya
LibreOffice Word Processor Ya
Pidgin, Kopete, aMSN Ya
Brasero, K3b Tidak
Gnome-Pilot, KPilot Tidak
Ardour Tidak
Scribus Ya
Mplayer, VLC, Totem, Kaffeine, Xine Ya
AmaroK, Rhythmbox, Banshee Tidak

bagaiman, mau beli dengan harga yang cukup tinggi (windows), atau hanya dengan memilih "YA" atau "TIDAK" (gratis/LINUX)

Update semua perangkat lunakmu dengan satu klik.

Windows punya satu perangkat yang diberi nama "Windows Update", dimana kita bisa melakukan pembaruan (update) sistem kita dengan pembaruan paling akhir.

Tapi, bagaimana dengan semua perangkat lunak non-Microsoft ? Aplikasi-aplikasi Adobe ? Program ZIP ? Program pembakar CD/DVD ? Penjelajah situs dan klien email non-Microsoft, dll. ? Kamu perlu memperbarui mereka semua, satu demi satu. Dan itu memerlukan waktu, karena mereka memiliki mekanisme pembaruan masing-masing.

Linux memiliki pusat sentral yang dinamakan "Package Manager", yang tidak hanya bertanggungjawab untuk seluruh sistem kamu, tapi juga untuk setiap perangkat lunak di dalam komputer kamu. Jika kamu ingin semuanya selalu terbaharui, satu hal yang harus kamu lakukan hanyalah menekan tombol "Install Updates" seperti di bawah :